Jihad Syam Memanggil Kalian

Jihad Syam Memanggil Kalian

American Intelligence Report – ALHAMDULILLAH, dengan pertolongan Allah kami berkesempatan melawat, melakukan ribath dan aku di bumi jihad Syam, bertepatan pada hari-hari i’tikaf Ramadhan 1435 H. Setelah perjalanan panjang, di Turki-Suriah, di pepohonan zaitun, di bawah intaian patroli, semua para Pimpinan Majelis Mujahidin sampai di tempat tujuan.

Amir Majelis Mujahidin, Al-Ustadz Muhammad Thalib dalam desah memilih bergumam: Dan yang senang, aku bisa menikmati gelora jihad rakyat negeri ini melawan kezaliman pimpinan tirani, mulkan jabariyyan, pimpinan Bashar Asad. ”

Begitulah, selama lawatan di bumi jihad, Ketua Majelis Mujahidin yang terdiri dari Amir Majelis Mujahidin Al-Ustadz Muhammad Thalib, Ketua Lajnah Tanfidziyah Irfan S Awwas dan Sekjen M. Shabbarin Syakur, Komandan Asykariyah M. Syawal; Tak hanya silaturrahim dengan para komandan harakah jihad yang sedang bertempur di berbagai jihad depan. Yang paling mengesankan adalah antusiasme masyarakat, seperti yang mengulas komandan katibah, kompilasi ditanyakan, apa yang memotivasi kamu untuk berperang melawan tentara Bashar Asad?

“Di daerah saya yang termasuk janda yang menerima syahid, korban kekejaman tentara rezim Nushairiyah. Setiap hari saya bertemu anak-anak mereka, dan saya hanya menangis tanpa bisa melakukan apa-apa. Sekarang kami bertemu dengan Anda yang datang dari negeri jauh, membantu kami dengan do’a, bantuan, dan juga ilmu yang bermanfaat. Kami malu pada Allah, bagaimana mungkin kami tidak akan berhasil mengalahkan warga kami yang setiap hari terancam bom yang dijatuhkan dari pesawat… ”jawabnya jelas dan tegas.

Di zona pengungsian, yang dihuni sekitar 15 ribu orang ibu-ibu, anak-anak dan orang tua. Koordinator pengungsi Abu Usamah mengatakan: “di sini pendidikan anak-anak terlantar. Berpuluh tahun anak-anak kami dijauhkan dari Islam, dirusak tauhid dan moralnya. Mereka membutuhkan buku-buku tauhid dan pelajaran al-Qur’an, tetapi sulit kami dapatkan. Jika ingin membantu, kami tidak ingin membantu karena bantuan. Bantulah kami lillahi ta’ala, ”katanya penuh haru.

Namun yang mencengangkan, adalah persetujuan mereka tentang para ulama mujahid yang berkunjung ke medan jihad ini. Dalam suatu kesempatan seorang komandan bertanya:

“Apakah harta rampasan yang kami peroleh dalam perang melawan rezim Bashar Asad termasuk ghanimah atau bukan?

“Menurut kalian di sini, apakah negeri Suriah termasuk negara kafir atau negeri kaum Muslimin? Tanya Ustadz M. Thalib.

“Negeri kaum Muslimin,” jawab mereka.

“Jika demikian, itu bukan ghanimah yang mendapatkan harta negara selama ini dikuasai rezim Bashar Asad. Berharap, harta rakyat Muslimin, harus dibahas pada kaum Muslimin juga. Untuk itu kalian buat baitul mal, kemudian distribusikan pada para pengungsi, termasuk para mujahid juga berhak diteruskan.

Subhanallah, mereka kemudian meminta dibuatkan buku pedoman jihad, membahas tentang ghanimah dan berbagai musykilah di medan jihad.

Selama 15 hari mukim dan pindah dari provinsi ke provinsi lain, menyebar dari mulut ke mulut, bertemu ulama dan memimpin Majelis Mujahidin. Maka pada malam ke 29 Ramadhan, Masjid Imam Abu Bakar Ash-Shiddiq, kota Iblin, Provinsi Idlib, Syeikh Abu Khalid, markaz tempat kami menerima; Mengajak Al-Ustadz Muhammad Thalib untuk memberikan taushiyah Ramadhan di hadapan jamaah masjid. Respons jamaah masjid yang antusias sungguh mengharukan.

Sebelum kembali ke tanah air, Alhamdulillah dipertemukan Allah dengan Panglima Mujahid Jabhah Nushrah, Syeikh Al-Jaulani. Sempat berdiskusi setengah jam, tiba-tiba bom meledak dijatuhkan dari pesawat oleh Bashar Asad, tidak jauh dari tempat pertemuan. Subhanallah.

Dan inilah taushiyah Amir Majelis Mujahidin, Al-Ustadz Muhammad Thalib yang disampaikan dalam Bahasa Arab. Selamat membaca!

Bersatu untuk Meraih Kemenangan

Saudaraku Rakyat Syam. Kalian harus menyatukan barisan untuk meraih kemenangan. Kalian sekarang hidup dan tinggal di bumi yang penuh berkah, bumi tempat tumbuhnya dua macam tetumbuhan yang Allah abadikan dalam Al-Qur’an, surah at-Tiin, 95: 1-3

Demi buah tin dan zaitun.

Demi bukit Thursina.

Demi kota Makkah yang aman.

Pohon Tiin dan Zaitun masih tumbuh di bumi kamu sampai hari ini. Barangkali akan terus tumbuh sampai hari kiamat. Akan tetapi, kondisi aman lalu hari ini tidak tersedia lagi di negeri kamu.

Kita bertanya-tanya, Bagaimana masalah yang aman dari negeri ini? Bagaimana cara aman di negeri yang penuh berkah ini? Siapakah yang memperbaiki kondisi aman agar kamu bisa hidup aman dan nyaman juga penuh tolong katakan. Bukan penuh rasa takut, galau, penuh bahaya, fitnah dan bencana lain yang hari ini kalian hadapi?

Jawaban atas semua pertanyaan pada ayat berikut:

“Kemudian Kami turunkan martabat manusia ke tingkat yang paling rendah.” [At-Tiin, 95: 5]

Ayat sebelumnya mengutip manusia yang diperkenalkan pada zaman Adam sampai hari kiamat dengan istilah ahsanu taqwim. Apa makna ahsanu taqwim? Apakah menarik yang bagus, atau pecah yang bagus, atau yang lain?

Ahsanu taqwim dalam ayat ini maksudnya adalah perilaku, perjalanan hidup, kesediaan menerima hidayah Allah dan melaksanakan syari’at Allah secara keseluruhan. Hal ini ditegaskan pada ayat Al-Baqarah, 2: 208,

jihad syam

“Wahai kaum mukmin, ikutilah syari’at Islam itu seluruhnya …”

Pertanyaannya adalah, Bagaimana dengan aman dari bumi yang berkah ini penuh? Kesalahan apa yang kamu perbuat jadi rasa aman jauh dari dirimu, sedangkan permusuhan dan pertentangan terus berjalan? Begitupula rasa galau, takut dan mati selalu mencekam kalian dari segenap penjuru dan setiap saat di setiap tempat di negeri kalian ini. Kita memohon kepada Allah, mudah-bawa segala macam bencana ini segera Allah jauhkan dari kalian dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

Akankah mendapatkan apa yang harus kamu penuhi untuk mendapatkan kembali rasa aman itu?

Pertama, kalian harus membuat jihad di jalan Allah sebagai prioritas dalam hidup kalian, dan bukan mengejar kesenangan dunia. Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Jika kalian sibuk dengan membeli membeli sistem riba dan kalian lebih mengutamakan usaha-usaha peternakan serta pertanian, lalu kalian menerima jihad, niscaya Allah akan menimpakan kehinaan terus-menerus bagi kalian. Kehinaan itu tidak akan bisa hilang sebelum kalian benar-benar kembali ke agama kalian. ”[HR Ahmad dan Abu Dawud]

Berkabut ini saya ingin ingat kalian berkenaan dengan firman Allah:

“Orang-orang munafik berkata kepada kaum mukmin:” Jika kita kembali ke Madinah, niscaya tokoh-tokoh yang mendukung Madinah akan mengusir kaum Muhajirin yang hina itu. “Kehormatan itu milik Allah, milik Rasul-Nya, dan milik orang-orang mukmin. Akan tetapi orang-orang munafik itu tidak akan pernah mendapatkan kehormatan yang hakiki.” [Al-Munafiqun, 63: 8]

Pada ayat ini hanya ditegaskan demi hak Allah, Rasulullah dan kaum mukmin.

Namun pertanyaannya sekarang adalah, Mengapa kita tidak hidup dalam kemuliaan? Mengaapa kita hidup dalam kehinaan dan kemiskinan? Apa jawaban yang kami terima terhadap pertanyaan ini? Jawabannya termaktub pada Ali ‘Imran, 3: 112,

“Kaum Yahudi memperbaiki nasib di mana pun mereka berada. Mereka hanya bisa selamat dari kehinaan, jika mereka mau mengikuti Islam dan menjalin persaudaraan sesama manusia dengan baik. Kaum Yahudi perempuan mendapat perlindungan dari Allah dan kesulitan. Hal yang demikian karena mereka dari sebelumnya ingkar ke Taurat dan Injil. Mereka juga membunuh nabi-nabi mereka dengan dalih yang tidak benar. Mereka suka mengembalikan durhaka kepada Allah dan biasanya memulihkan syari’at Allah. ”

Kita kaum muslimin, pada hari ini seakan terputus hubungan dengan Allah dan Al-Qur’an serta Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kita tidak lagi membahas penerapan syari’at Allah, sistem sosial dan politik berdasarkan agama Allah yang lurus. Karena itu, apa hasil yang bisa kita dapat dari perbuatan kita ini?

Pada hari ini kita hidup di bawah naungan kehancuran, kemiskinan, mental, lemah mental, hidup serba sulit, kehilangan kewibawaan, kekuatan, membuat kita menjadi takut bagi musuh-musuh Islam. Sementara menyampaikan risalah Islam terus terang, baik dengan tulisan maupun tulisan tidak menantang. Orang-orang awam bertanya-tanya, apa solusi untuk menyelesaikan masalah-masalah kita sekarang, karena terbukti para ulama di dunia Islam

Kedua, kehinaan dan kemiskinan yang menimpa diri kaum muslimin, dan perpecahan dalam barisan jihad merupakan sebab kelemahan kaum muslimin. Sementara Allah menerima kita untuk membangun kekuatan dalam satu barisan, disampaikan firman Allah Swt:

“Sungguh Allah mendukung orang-orang yang berperang untuk mendapatkan agama Allah dalam satu barisan, seolah-olah mereka itu adalah bangunan yang dibangun kokoh.” [Ash-Shaff, 61: 4]

Semoga kalian dirahmati Allah, dan semoga kalian sukses dalam meraih kemenangan di medan jihad kalian hari ini dalam pertempuran musuh-musuh Allah, Rasul-Nya dan segenap kaum mukmin.

Di negara kamu yang penuh berkah, buat kamu sekarang sedang buat satu barisan perjuangan. Kalian semua, terutama para ulama kalian harus lakukan ini, agar kalian mendapatkan kemenangan dari Allah.

Ketiga, kalian sangat membutuhkan senjata dan makanan untuk milisi-milisi kalian. Akankah dari mana uang untuk membeli senjata dan makanan jika kamu sendiri tidak mau mengeluarkan infaq dari harta kamu? Kaum muslimin yang memiliki harta kikir untuk mendermakannya di jalan Allah, Allah kelompokkan mereka dalam golongan kafir.

“Wahai kaum mukmin, keluarkanlah derma dari sebagian besar harta Kami berikan kepada kalian sebelum datang hari kiamat. Pada hari kiamat tidak ada lagi tebusan dosa. Tidak ada teman yang bisa menolong orang-orang kafir, dan bagi mereka tidak ada pertolongan dari Allah. Orang-orang kafir itu benar-benar merugikan diri mereka sendiri. ”[Al-Baqarah, 2: 254]

Kenapa orang-orang itu disebut kafir padahal zahirnya mukmin?

Karena orang-orang mukmin ini kikir mendermakan sebagian hartanya untuk mendukung perjuangan para mujahidin. Kalian penduduk Suriah yang muslim lebih bertanggung jawab atas pelaksanaan perintah Allah ini bagi kaum muslimin di negeri lain. Kami mendo’akan, semoga kalian berlomba menginfaqkan sebagian besar dana kalian untuk meningkatkan barisan jihad di bumi kalian yang penuh berkah. Mudah-bisa kami yang ada di luar Suriah bisa membantu kalian semampu kami.

Kami berdo’a kepada Allah, semoga kalian menjadi orang-orang yang sabar, tangguh dalam meningkatkan kesabaran, tabah bertahan tanah Islam, agar kalian dapat meraih kemenangan dan memperoleh kemenangan dalam waktu singkat, insyaAllah.

Jihad Ashabul Kahfi Modern

Kalian jangan suka lantaran di tengah kalian tidak ada ulama yang bisa membimbing dan meluruskan kesalahan-kesalahan kalian. Sekalipun demikian, kamu tetap memiliki hak untuk berijtihad secara mandiri, didukung diperbuat oleh Ashabul Kahfi yang Allah ceriterakan di dalam Al-Quran.

Ashabul Kahfi sepenuhnya adalah anak-anak muda, mereka tampil maju ke depan melawan kesyirikan dan kekafiran, kezaliman dan penindasan untuk mendorong manusia menyembah selain Allah. Mereka dulu tidak punya ulama atau para pemikir atau tokoh-tokoh akademik. Mereka berijtihad sendiri dan memohon kepada Allah untuk memberi hidayah atau taufiq dan berpegang pada aqidah tauhid. Allah kemudian memberi hidayah kepada mereka lalu mereka memilih mengasingkan diri dari tengah masyarakat dan kesenangan duniawi, lalu berlindung ke dalam gua. Karena itu Allah menyelamatkan mereka dan menyelamatkan mereka dengan rahmat dan pertolongan-Nya.

Kalian punya contoh yang baik dalam diri Anda Ashabul Kahfi. Semoga Anda dapat menjadi Ashabul Kahfi moderen di bumi kalian yang berkah penuh. Penyebab jihad tidak boleh berhenti karena alasan tidak ada ulama. Meskipun demikian, tidak ada ulama yang tidak dapat membatalkan jihad kalian. Teruskanlah jihad kalian sampai Allah Membuka kemenangan bagi kalian.

Wassalamu ‘alaikum warahmatullah wabarakatuh

sumber: https://www.risalahmujahidin.com/

Related posts