99,9% Manusia Memiliki Luka Batin

99,9% Manusia Memiliki Luka Batin

Membutuhkan pengakuan akan dirinya atau idenya (jadi kalau ide ditolak akan merasa dirinya juga ditolak)
Merasa tersinggung ketika dirinya merasa tidak dibutuhkan.

Membutuhkan pengakuan akan dirinya atau idenya (jadi kalau ide ditolak akan merasa dirinya juga ditolak)
Merasa tersinggung ketika dirinya merasa tidak dibutuhkan.

Luka batin terbentuk dari perlakuan yang diterima masa kecil. Sebagian besar luka batin terbentuk di usia 7 tahun ke bawah. Mengapa ? Karena pada masa itu memori pikiran diibaratkan seperti kertas kosong yang siap ditulisi apa saja. Dan itu akan terbawa sampai masa dewasa kecuali yang bersangkutan memiliki kesadaran diri tinggi dan banyak belajar mencari tahu apa yang terjadi dalam dirinya untuk diperbaiki.

Apa sih ciri-ciri luka batin ? Berikut beberapa ciri-ciri perilaku yang menunjukkan adanya luka batin :

  • merasa diri paling benar dan mudah tersinggung jika dikritik
  • Susah menerima hasil kerja orang lain
  • Membutuhkan pengakuan akan dirinya atau idenya (jadi kalau ide ditolak akan merasa dirinya juga ditolak)
  • Merasa tersinggung ketika dirinya merasa tidak dibutuhkan
  • Susah memotivasi diri sendiri
  • Motivasi sering naik turun (memangnya yo-yo naik turun wakakaka)
  • Merasa sering disalahkan untuk hal-hal yang belum tentu dilakukan
  • Susah fokus pada target yang sudah ditetapkan
  • Suka menunda-nunda karena merasa belum siap, takut ditolak karena belum sempurna
  • Takut atau minder pada orang yang levelnya lebih tinggi
  • Memandang orang kaya secara negatif (orang kaya itu pasti melakukan manipulasi, orang bisa kaya karena korupsi, mending tidak    kaya daripada kaya karena hasil korupsi, orang kaya itu serakah, orang kaya itu suka memandang rendah orang lain, orang kaya      belum tentu melihat orang lain secara netral, wajarlah dia kaya karena warisan dsb)
  • Rela mengeluarkan uang banyak untuk orang lain tapi pelit untuk diri sendiri
  • Sering merasa takut kekurangan uang di masa depan
  • Susah menyimpan dan mengelola uang sehingga sering merasa uang hasil kerja selama ini hilang tidak jelas
  • Susah percaya pada orang lain sehingga susah mendelegasikan (daripada delegasi pada orang lain nanti salah dan akhirnya dikerjakan sendiri maka mending dikerjakan sendiri dari awal)
  • Merasa butuh pengakuan atas hasil kerjanya sehingga jika tidak mendapatkan hal itu bisa merasa tersinggung dan kecewa
  • Segala macam bentuk fobia, alergi dan trauma juga menandakan jelas adanya luka batin
  • Segala macam bentuk psikosomatis seperti sering merasa nyeri atau kaku di pundak, sering migrain, sakit maag dan penyakit psikosomatis lain juga menandakan adanya luka batin
    Baca Juga: Cara Mengubah Kebiasaan Buruk

Dan sebenarnya masih banyak lagi kalau diteruskan.

meyendiri karna luka batin
meyendiri karna luka batin

Luka batin memiliki dampak atas kebahagiaan seseorang. Mungkin kalau berbicara kebahagiaan terlalu muluk yaa … hahahaha. Oke lebih baik saya katakan bahwa luka batin memiliki dampak atas produktifitas dan kinerja seseorang.

Bagaimana bisa produktif kalau memiliki ciri-ciri prilaku seperti di atas? Coba deh renungkan benar atau tidak?

Banyak orang merasa bahwa harusnya ia bisa mencapai lebih banyak jika tidak menunda atau tidak malas atau bisa lebih fokus … benar kan? Tapi akhirnya ya mereka terjebak kembali ke pola-pola lama perilaku merugikan tanpa penyelesaian jelas dan tuntas.

Ini adalah pencarian dari banyak orang terutama orang yang bergerak di bidang sumber daya manusia atau yang bisnisnya melibatkan banyak pengelolaan manusia.

Training aspek teknikal dan manajerial tak akan efektif karena implementasinya jadi susah karena terhalang adanya perilaku yang tidak mendukung. Training motivasi hanya bersifat sesaat seperti soda yang heboh di awal tapi langsung kempes tak berbekas.

Kuncinya adalah di pembersihan luka batinnya yang terletak di memori bawah sadar.

sumber: https://www.liputan6.com/

Related posts